Ketika datang ke suatu pertemuan, saya terkesan terhadap salah satu orang yang berprestasi di bisnis makanan.Saya menegakkan tubuh saya agar bisa memperhatikan kira kira apa yang membuatnya bisa menjadi berhasil seperti ini. Bayangkan saja, dalam waktu sekitar 3 tahunan, dengan menggunakan sistem frenchise, dia sekarang paling tidak memiliki penghasilan Rp 200 juta rupiah setiap bulan.Selidik punya selidik, rahasianya persis seperti orang sukses yang pernah saya baca. Formulanya cuma dibuat sederhana saja dengan kata kata "saya nggak kapok". Itulah rahasianya.Semenjak kuliah, dia terus berupaya menjalankan berbagai bisnis hingga gagal berkali kali, jahe, garmen, jamu, dan lain lain. menurut pengakuannya, dia sudah mengalami 7 kali kegagalan telak. Termasuk satu kali kena tipu habis.Berdasarkan survey, orang yang berhasil memiliki bisnis yang oke, akan selalu diawali dengan 10 kegagalan terlebih dahulu. Haaaah, 10 kali frustrasi? Inilah kenapa orang yang "gak kapok" ini bisa berhasil.Saya berpikir, Orang ini sepertinya telah membayar harganya dengan formula "nggak kapok" nya sampai hari ini.Semoga anda "nggak kapok". Sumber : http://www.kepribadian-malwa.com/
Sabtu, 20 Oktober 2007
Rabu, 17 Oktober 2007
SEKEDAR PUISI DIBULAN SYAWAL
Lagi enak-enakan duduk tiba-tiba terbesit untuk membuat sebuah puisi. Mungkin bagi orang lain puisi ini nggak ada manfaatnya, tapi bagi saya adalah kepuasan yang tiada ternilai dan mempunyai "rasa" serta "isi" terutama untuk saya pribadi. Judul, mohon maaf karena sengaja emang nggak saya kasih judul dan nggak kepikiran suatu saat untuk kasih judul.
Yaa....Muhammad
berdebar juga qalbu ini tak menentu
ketika sesaat yang lalu
baru kusadari sepenuh hati betapa bodohnya diri ini,
begitu lancang dan tak tahu sopan santun
umatmu yang satu ini
Sudah berpuluh, beratus, bahkan beribu kali
kata maaf dan memaafkan
yang terlontar dari mulut ini bagi siapa saja disekelilingku
hanya untuk sekedar mewujudkan bentuk sebuah "ritual"
dibulan syawal ini
Sedangkan untukmu yaa...Muhammad,
hampir-hampir terlupakan
karena luapan kegembiraan dan kesenangan
dalam menyambut syawal,
padahal Engkaulah pemimpin kami
suri tauladan yang tiada bandingannya
lahir dan batin...dzikir dan pikir
Ahh....Muhammad,
sesalku setinggi gunung
dukaku menyapu hingar bingar tiap nafasku
jika saja sesaat yang lalu
maut menjemput ajalku
sedang aku belum bersimpuh tuk memohon maaf padamu
Yaa...Muhammad,
meski jabat tanganku tak mampu meraihmu
tapi aku yakin dan percaya
bahwa doa, sholawat, serta permohonan maafku
mampu menembus cakrawala segala dimensi ruang dan waktu
Akhirnya yaa...Muhammad,
Demi ramadhan dan syawal
kumohon maaf yang tiada terkira
atas segala khilaf dan salah
yang seringkali mengiringi tindakan lahir dan batinku
juga belum bisanya diri ini
untuk mengikuti semua ajaran, tuntunan, dan sunnah-sunnahmu
Semogalah Muhammad,
mulai detik ini kubisa bersholawat padamu
tanpa terbelenggu waktu,
karena bagaimanapun juga
tak ingin segala ajaranmu berlalu begitu saja dariku
hingga maut menjemputku
dan tak hendak pula
kuingin menjadi insan yang diluar umatmu
Ahh...Muhammad,
masih bergetar jua jiwa ini
ketika ingin kuakhiri coretan-coretan ini
..................................
Diposting oleh
Begawan Tirta
di
22.13
0
komentar
Label: SYAIR BERDZIKIR
Senin, 15 Oktober 2007
TUKANG CUCI MOTOR, ALHAMDULILLAH...
Yahh...apa boleh dikata, ternyata rencana pulang mudik pas lebaran kemarin gagal total. Semestinya lebaran tahun ini jadwalnya sih pulang ke Magetan (tempat kelahiranku dan keluarga serta mbah-mbahku berasal), itu tuh kota kecil yang indah dilereng gunung Lawu. Emang kebiasaan sebelumnya tiap tahun selalu bergantian pulang kampungnya, kalo nggak ke Magetan ya ke Blora (tempat keluarga istri dan mbah-mbahnya berasal). Dan baru tahun ini tidak kedua-duanya, hanya pulang sebentar ke Surabaya (kota tempat keluargaku dan keluarga istri sekarang menetap). Tapi aku harus tetap bersyukur karena bagaimanapun juga aku masih diberi kesempatan olehNya untuk merayakan lebaran bersama keluarga.
Tak sia-sia juga, di Surabaya yang cuacanya saat ini sedang panas-panasnya, aku ketemu sobat lama. Saat pertama mendengar ceritanya hati ini nggak bisa menyembunyikan rasa "trenyuh" yang mendalam, bagaimana tidak ternyata beberapa waktu yang lalu dia dan adiknya secara hampir bersamaan di PHK dari tempat bekerjanya. Yang bikin aku nggak sia-sia di Surabaya adalah bahwa aku merasa bangga punya sobat seperti dia, why?!.
Ini yang menarik, sebelumnya dia yang bekerja di sebuah perusahaan yang boleh dibilang bonafide dan adiknya yang bekerja disebuah bengkel ternama di Surabaya tidak merasa gengsi ataupun malu ketika harus mencari dan berusaha lagi mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Mulai dari buruh bangunan, tukang cat dan apa saja yang sebelumnya tidak pernah terpikir olehnya, yang penting halal dan bermanfaat lahir batin. Dan alhamdulillah ketika suatu saat dia berpikir untuk serius sebagai tukang cuci motor di kampung. Mungkin anda bertanya dalam hati kok hanya sebagai tukang cuci motor aja alhamdulillah?
Allh maha adil dan sayang kepada orang-orang yang mau berusaha tanpa mempedulikan rasa malu ataupun gengsi. Pas aku tanya dalam sehari bisa sampai mencuci motor berapa? sobatku sih nggak jawab 10 atau 20 motor tapi yang pasti kalo dirata-rata perbulan penghasilannya jauh melebihi dari hasil kerja diperusahaan sebelumnya. Bukan main bahkan sekarang adiknya pun dimintai tolong untuk membantunya.
Bagiku ini adalah sebuah proses pembelajaran hidup yang nggak bisa diremehkan begitu saja. Sikap sederhana disertai tanpa rasa gengsi tapi penuh tanggung jawab adalah kunci kesuksesannya. Jadi mulai sekarang tutup mata, mulut dan telinga anda dari sikap yang mungkin meremehkan orang-orang yang bekerja dipinggir jalan sebagai tukang sapu, cuci motor ataupun apa saja yang bagi kita tidak mungkin kita lakukan hanya karena malu dan gengsi, tapi lihatlah dan rasakan dari sisi keikhlasan serta tanggungjawabnya dari cara mereka bekerja.
Bagaimana dengan anda?.....Semoga sukses dech sobatku, terima kasih mau berbagi cerita denganku. Lebaran yang nggak sia-sia, lebaran yang penuh makna.
Diposting oleh
Begawan Tirta
di
12.15
0
komentar
Minggu, 14 Oktober 2007
IDUL FITRI 1428 H
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SEMOGA KITA SEMUA MENJADI INSAN-INSAN
YANG SELALU MENDAPAT LIMPAHAN RAHMAT DARI ALLAH SWT
DISETIAP LANGKAH DAN TINDAKAN, AMIIN
Diposting oleh
Begawan Tirta
di
12.38
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)

