Rabu, 17 Oktober 2007

SEKEDAR PUISI DIBULAN SYAWAL

Lagi enak-enakan duduk tiba-tiba terbesit untuk membuat sebuah puisi. Mungkin bagi orang lain puisi ini nggak ada manfaatnya, tapi bagi saya adalah kepuasan yang tiada ternilai dan mempunyai "rasa" serta "isi" terutama untuk saya pribadi. Judul, mohon maaf karena sengaja emang nggak saya kasih judul dan nggak kepikiran suatu saat untuk kasih judul.

Yaa....Muhammad
berdebar juga qalbu ini tak menentu
ketika sesaat yang lalu
baru kusadari sepenuh hati betapa bodohnya diri ini,
begitu lancang dan tak tahu sopan santun
umatmu yang satu ini
Sudah berpuluh, beratus, bahkan beribu kali
kata maaf dan memaafkan
yang terlontar dari mulut ini bagi siapa saja disekelilingku
hanya untuk sekedar mewujudkan bentuk sebuah "ritual"
dibulan syawal ini
Sedangkan untukmu yaa...Muhammad,
hampir-hampir terlupakan
karena luapan kegembiraan dan kesenangan
dalam menyambut syawal,
padahal Engkaulah pemimpin kami
suri tauladan yang tiada bandingannya
lahir dan batin...dzikir dan pikir
Ahh....Muhammad,
sesalku setinggi gunung
dukaku menyapu hingar bingar tiap nafasku
jika saja sesaat yang lalu
maut menjemput ajalku
sedang aku belum bersimpuh tuk memohon maaf padamu
Yaa...Muhammad,
meski jabat tanganku tak mampu meraihmu
tapi aku yakin dan percaya
bahwa doa, sholawat, serta permohonan maafku
mampu menembus cakrawala segala dimensi ruang dan waktu
Akhirnya yaa...Muhammad,
Demi ramadhan dan syawal
kumohon maaf yang tiada terkira
atas segala khilaf dan salah
yang seringkali mengiringi tindakan lahir dan batinku
juga belum bisanya diri ini
untuk mengikuti semua ajaran, tuntunan, dan sunnah-sunnahmu
Semogalah Muhammad,
mulai detik ini kubisa bersholawat padamu
tanpa terbelenggu waktu,
karena bagaimanapun juga
tak ingin segala ajaranmu berlalu begitu saja dariku
hingga maut menjemputku
dan tak hendak pula
kuingin menjadi insan yang diluar umatmu
Ahh...Muhammad,
masih bergetar jua jiwa ini
ketika ingin kuakhiri coretan-coretan ini
..................................

Tidak ada komentar: